Kamu
Mendekatimu, berarti mendekati Tuhan
pada musimmusim tak bernama
serupa penikmat tasbih
mengingatmu, tak rasakan buih
begitupun aku
kaulah ibadahku
Mencintai itu, kamu
Seperti nafas yang lepas
Aku jantungmu, kau detakku
pasrah
Aku tak mengerti cinta
kecuali kamu.
ketika angin menghempas ingin
selepas bayangmu tertinggal sendiri
aku diam disapa malam
(Source: ijonkmuhammad, via ragilliarach)
Belajar, belajar, ayo belajar terus ^,^
Setiap keletihan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, perlakuan jahat dan kegalauan yg menimpa seorang muslim; hingga duri yg menusuknya sekalipun, semua itu akan menyebabkan Alloh menghapuskan kesalahan (dosa-dosanya)
HR Bukhorl, Muslim, Tirmidzi dan Ahmad
(Source: fathizaki)
Kita tidak perlu mengharapkan tepuk tangan dan pertemanan yang bersekongkol, lebih baik kita sendiri di jalan yang terang.
Rantau 1 Muara - A. Fuadi
(Source: kurniawangunadi, via laninalathifa)
Jika suatu hari kita menjadi full timer ibu rumah tangga, bukan berarti kita akan menjadi kuper sama sekali, tidak. Kita tetap bisa menjadi ibu yang cerdas dengan banyak membaca dan menyerap pengetahuan dari mana pun, mengikuti seminar, memilih tontonan televisi dan siaran radio yang berkualitas, melakukan hobi, dan bergaul dengan ibu-ibu lainnya yang menghasilkan kebermanfaatan.
terinspirasi dari kalimat Asma Nadia dalam buku Sakinah Bersamamu.
(Source: superbmother, via fathizaki)
Kita tidak akan pernah menemukan orang yang benar-benar memahami kita, tahu kebiasaan kita, mengerti semua tentang kita. Impossible. Tapi kita bisa menemukan orang yang sungguh-sungguh bersedia memahami kita. Dan itu lebih dari cukup, sepanjang kita juga sungguh-sungguh bersedia memahaminya.
Tere Liye
(Source: sevma, via laninalathifa)
Jika saudaramu mengunjungimu, maka janganlah engkau bertanya, “Engkau mau makan?” Atau, “Apakah aku perlu menyediakan hidangan untukmu?” Namun siapkanlah hidangan, jika ia mau maka ia akan memakannya, jika tidak maka kemasilah.
Sufyan Ats-Tsauri | Adab menjadi tuan rumah
(Source: laninalathifa)
Jangan bermain-main dengan hati perempuan. Hatinya dalam dan sensitif, bisa menghanyutkan dan menenggelamkan. Tapi juga tangguh, bisa menguatkan, menumbuhkan, dan menjelmakan mimpi-mimpi kita. Hati perempuan bisa memaafkan, tapi tidak bisa melupakan apa yang pernah singgah di pedalaman hatinya. Kalau tidak serius, jangan main-main.
Rantau 1 Muara - A. Fuadi
(Source: kurniawangunadi, via sitaelanda)





92